Burungku

U. Hubungan Makna

Hubungan makna antar

kata dapat berwujud :
sinonim, antonim, homonim, homograf, homofon, polisemi, hiponim dan hipernim (superordinat). Sinonim
Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama..

Contoh:
a. Yang sama maknanya: sudah – telah, sebab – karena
b. Yang hampir sama maknanya : untuk – bagi – buat – guna, cinta –
….kasih – sayangAntonim
Antonim adalah kata-kata yang berlawanan makna.

Contoh:
besar x kecil ibu x bapakHomonim
Homonim ialah dua kata atau lebih yang ejaan dan lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh:
buku 1 : buku kaki/tangan ‘ tulang sendi’ buku 2 : buku tulis ‘kitab’

Homograf
Homograf adalah kata-kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda..
Contoh:
mental 1 : mental dari sepeda ‘terpelanting’ mental 2 : mental

……………baja ‘batin, jiwa’Homofon
Homofon adalah kata-kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda.
Contoh:
sangsi : tidak sangsi ‘ragu-ragu, bimbang’ sanksi : tidak ada sanksinya

…………’tindakan, hukuman’Polisemi
Polisemi adalah satu kata yamg memiliki makna banyak. Contoh:
a. Didik jatuh dari sepeda.
b. Harga gabah jatuh. ‘merosot’
c. Setiba di rumah dia jatuh sakit. ‘menjadi’
d. Dia jatuh dalam ujian. ‘gagal’

Hiponim dan Hipernim
Hiponim adalah kata-kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinat / hipernim (kelas atas), sedangkan hipernim adalah sebaliknya..

Contoh:.
Kata bunga merupakan superordinat, sedangkan mawar, melati, anggrek, flamboyan, dan sebagainya merupakan hiponimnya.Sumber: Kosakata Bahasa Indonesia, Soedjito

V. Peribahasa dan Ungkapan

Peribahasa ialah bahasa berkias berupa kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya. Berdasarkan isinya, Peribahasa mencakup pepatah, perumpamaan, pemeo, dan ungkapan.
Pepatah ialah sejenis Peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua-tua.

Contoh:
Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua. ‘ Budi baik itu tidak akan dilupakan orang.’

.
perumpamaan ialah sejenis Peribahasa yang berisi perbandingan. Biasanya menggunakan kata: seperti, bagai, bak, laksana, dan lain-lain.
.
Contoh:
Seperti air dengan tebing.
‘persahabatan yang kokoh dan tolong-menolong’
Pemeo ialah sejenis Peribahasa yang dijadikan semboyan.
.
Contoh:
Patah tumbuh hilang berganti (sesuatu yang hilang pasti ada penggantinya)
.
Ungkapan atau idiom adalah gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.
.
Contoh:
tinggi hati (sombong), ringan kepala (mudah belajar), darah daging (anak kandung), dingin hati 9tidak bersemangat), uang panas (uang tidak halal), panas rezeki (sukar mencari rezeki).
.
Sumber: Kosakata Bahasa Indonesia, Soedjoto

W. Jenis Karangan

Ada lima jenis karangan:

1. eksposisi ialah karangan yang berisi penjelasan-penjelasan atau

….paparan yang dapat memperluas pengetahuan pembaca.
contoh:Membaca intensif merupakan kegiatan membaca secara teliti atau membaca secara seksama bacaan berupa teks. Tujuan membaca dengan cara ini untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci. Misalnya, mengetahui hal-hal yang diperlukan.

2. argumentasi ialah karangan yang berisi pendapat yang disertai

….Pembahasan logis dan diperkuat dengan fakta-fakta sehingga
….pendapat itu diterima kebenarannya.
.
contoh:Air yang tergenang seperti di kaleng-kaleng bekas dan di selokan harus dibersihkan. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di genangan air tersebut.

3. persuasi ialah karangan yang berisi imbauan atau ajakan kepada

….orang-orang tertentu, kelompok, atau masyarakat tentang sesuatu.
….Agar hal yang disampaikan itu dapat mempengaruhi orang lain, harus
….pula disertai penjelasan dan fakta-fakta.
.
contoh:Penggunaan pestisidaItalic dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.

4. narasi ialah karangan yang berisi cerita, ada pelaku, peristiwa, konflik,

….dan penyelesaiannya.
.
contoh:Hafiz terkejut mendengar suara kemenakannya itu. Dengan segera ditariknya tali timba pengangkat tanah, tempat Abdullah bergantung. Ketika itu tampaklah oleh Hafiz mata air berbusa-busa naik ke atas dengan cepat, besar, dan jernih. . . .

5. deskripsi ialah karangan yang berisi pengalaman suatu yang dilihat, dirasa, didengar, dialami, dan sebagainya, sehingga membuat pembaca seolah-olah melihat merasa, mendengar, mengalami, dan sebagainya, apa yang digambarkan tersebut (memfungsikan pancaindra si pembaca).

contoh:

Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit berkerlap-kerlip memancarkan cahaya. Udara dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkir mengusik sepinya malam.

Pendeskripsian tersebut mengaktifkan indra penglihatan/ mata, perasa/ peraba, dan pendengaran/ telinga.

X. Silogisme

Menarik suatu kesimpulan dengan cara silogisme, mula-mula diketengahkan suatu pernyataan yang bersifat umum, yang disebut premis umum (PU). Kemudian disusul dengan sebuah pernyataan yang bersifat khusus, yang disebut premis khusus (PK). Lalu diakhiri dengan sebuah pernyataan yang berupa kesimpulan (K). Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut:

PU : A = B
PK : C = A
K ..: C = B

contoh:
PU : Pelajar harus mematuhi peraturan sekolah. A B
PK : Saya pelajar. C A
K : Saya harus mematuhi peraturan sekolah. C B

=============================

Pilih link berikut untuk menentukan sikap!

.
1. Unduh Dokemen Asli, Kembali ke halaman muka,
2. Kembali ke materi 1,
3. Kembali ke materi 2,
4. kembali ke materi 3,
5. Kembali ke materi 4,
6. Kembali ke materi 5,
7. Menuju ke materi 7,
8. Menuju ke materi 8,
9. Menuju ke materi 9.

=============================